Pilar-pilar keimanan yang akan membuatnya kokoh ada empat hal: Taqwa kepada Allah, rasa malu untuk bermaksiat, bersyukur atas segala nikmat Allah dan bersabar atas segala ujian (Kalam Ahli Hikmah)

PROGRAM Tiket berkah Akhirat Sahabat mari kita Bina Dhuafa, bagi Bapak/Ibu yang ingin menyumbangkan atau berdonasi baik Uang,baju bekas layak pakai atau barang- barang bekas lainnya seperti komputer, radio bekas, sepeda bekas, dan barang barang bekas silahkan salurkan ke Program Bina Dhuafa KLIK LINK INI UNTUK MENGETAHUI CARA MEMBERIKAN DONASI ANDA



MESIN PENCARI GOOGLE

Senin, 07 Januari 2013

Belajar merasakan apa yang orang Rasakan ( Rasa Empati )


Empati adalah kemampuan untuk bisa merasakan apa yang orang lain rasakan. Empati juga termasuk upaya untuk mengelola hati yang didalamnya tertanam kepekaan dan kepedulian. Rasulullah saw telah memberikan keteladanan tentang pentingnya berjiwa empati.


Dalam sabdanya Rasulullah mengumpamakan kaum muslim ibarat anggota badan. Jika salah satu anggota badan sakit, yang lain akan merasakannya. Beliaupun dengan tegas menyatakan bahwa bukan termasuk kaumnya bagi seseorang yang tidak peduli terhadap sesamanya.

Cara sederhana untuk berjiwa empati seperti yang dicontohkan Rasulullah, yaitu dengan merasakan apa yang dirasakan orang lain. Seseorang yang berjiwa empati akan lebih peka dan peduli. Bukti kepeduliannya diinterpretasikan dengan amal nyata dan itu akan terlahir dari seseorang yang hatinya bersih.

Efek empati membuat seseorang lebih ringan melakukan kebaikan. Ketika melihat saudaranya ditimpa musibah maka segera mengulurkan tangannya tanpa harus ada perintah. Selain itu, berusaha memposisikan diri, andai kita sendiri yang tertimpa musibah apa yang diharapkan dari saudara-saudara yang lain? Tentunya bukan hanya ratapan dan ucapan belasungkawa yang diinginkan, melainkan bukti nyata kepedulian. Seperti yang dialami saudara kita di aceh, yang diperlukan bukan hanya penyelamatan warga tetapi pembangunan kembali kota Aceh secara keseluruhan.

Saudaraku, marilah kita belajar untuk berempati. Jangan mengulur-ulur waktu untuk memberi bantuan kepada saudara kita karena tidak ada istilah pengeluaran dalam berkorban, yang ada adalah tabungan yang akan kembali pada penabungnya. Untuk melatih berjiwa empati, upayakanlah untuk terus memupuk diri dengan kepekaan dan kepedulian terhadap hal-hal yang kecil. Begitu ada ladang amal maka segera tunaikan.

Mudah-mudahan dengan selalu melatih kepekaan dan kepedulian, kita tetap dalam kebaikan bagi diri dan orang lain. Dan mudah-mudahan apa yang telah kita lakukan dicatat sebagai bukti penghambaan kita kepada Alloh SWT.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

TINGALKAN URL SITUS / BLOG ANDA DI AKHIR COMMENTAR TERIMAKASIH.