Pilar-pilar keimanan yang akan membuatnya kokoh ada empat hal: Taqwa kepada Allah, rasa malu untuk bermaksiat, bersyukur atas segala nikmat Allah dan bersabar atas segala ujian (Kalam Ahli Hikmah)

PROGRAM Tiket berkah Akhirat Sahabat mari kita Bina Dhuafa, bagi Bapak/Ibu yang ingin menyumbangkan atau berdonasi baik Uang,baju bekas layak pakai atau barang- barang bekas lainnya seperti komputer, radio bekas, sepeda bekas, dan barang barang bekas silahkan salurkan ke Program Bina Dhuafa KLIK LINK INI UNTUK MENGETAHUI CARA MEMBERIKAN DONASI ANDA



MESIN PENCARI GOOGLE

Senin, 01 Agustus 2011

Mari Berinteraksi Dengan Al-Qur'an

Di antara nikmat yang layak kita syukuri adalah Allah menurunkan kepada kita Al-Qur'an al-Karim, Kitab yang penuh dengan berkah. Allah berfirman, artinya, "Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran."
(QS. Shad:29).
Sesungguhnya kita meyakini Al-Qur'an adalah kalamullah, Kitab yang
tidak ada keraguan di dalamnya. Allah berfirman, artinya, "Itu adalah Kitab (Al-Qur'an) tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa." (QS. al-Baqarah: 2).
Oleh karena itu, kita diperintahkan untuk senantiasa berinteraksi
dengan Al-Qur'an, agar mendapatkan pahala yang besar dan berlipat ganda. Allah berfirman, artinya, "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan
merugi" (QS. Fathir: 29).

Ibnu Katsir menafsirkan ayat di atas, "Allah mengabarkan keadaan

hamba-hamba-Nya yang mukmin, yang membaca Kitab-Nya, beriman
dengannya, dan beramal sesuai dengan yang diperintahkan seperti
mengerjakan shalat dan menunaikan zakat."
Rasulullah bersabda, "Orang-orang yang mahir membaca Al-Qur'an akan
bersama para malaikat yang mulia yang senantiasa berbuat baik, sedang yang membaca Al-Qur'an dengan tertatih-tatih dan terasa berat, baginya dua pahala." (Muttafaq 'alaih).
Demikian juga kepada mereka yang berpaling dari Al-Qur'an, meninggalkan dan tidak mengambil manfaat darinya, diancam dengan siksa yang amat pedih. Allah berfirman, artinya, "Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya lalu dia berpaling daripadanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya?" (QS. al-Kahfi: 57).
Allah juga berfirman, artinya, "Barangsiapa yang berpaling dari
pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur'an), kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya." (QS. az-Zukhruf: 36).
Di antara bentuk-bentuk interaksi dengan Al-Qur'an adalah sebagai berikut:
1. Memperbanyak bacaan Al-Qur'an dan secara terus-menerus.
Membaca Al-Qur'an merupakan bentuk ibadah kepada Allah dan dianjurkan agar senantiasa dilakukan, Allah berfirman, artinya, "Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu (Al-Quran). Tidak
ada (seorang pun) yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari pada-Nya." (QS. al-Kahfi: 27).
Allah juga berfirman, artinya, "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan
merugi; agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan
menambah kepada mereka dari karunia-Nya." (QS. Fathir: 29-30).
Rasulullah juga memberi dorongan untuk membaca Al-Qur'an. Beliau
bersabda, "Bacalah Al-Qur'an karena sesungguhnya ia akan datang
memberi syafaat pada hari kiamat bagi para pembacanya." (HR. Muslim).
Rasulullah dan para sahabat adalah contoh nyata, betapa mereka
senantiasa membaca Al-Qur'an. Imam an-Nawawi berkata: Kaum salaf memiliki kebiasaan yang berbeda-beda dalam menghatamkan Al-Qur'an.
Ibnu Abi Daud meriwayatkan dari sebagian salaf bahwa mereka
menghatamkan Al-Qur'an tiap dua bulan satu kali, yang lain tiap bulan
sekali, sebagian lagi tiap sepuluh malam, lima malam, dan seterusnya.
2. Memperbagus bacaan dan suara
Allah berfirman, artinya, "Dan bacalah Al-Quran itu dengan
perlahan-lahan." (QS. al-Muzzammil: 4).
Rasulullah bersabda, "Baguskanlah Al-Qur'an dengan suaramu, karena
suara yang bagus menambah keindahan Al-Qur'an." (HR. an-Nasai, ad-Darimi dan al-Hakim).
Rasulullah menekankan kepada kita untuk memperbagus bacaan dan suara, karena hal itu menambah keindahan Al-Qur'an, mudah diterima serta meninggalkan bekas di dalam hati pendengarnya.
3. Merenungkan ketika membaca atau mendengarkannya
Allah telah mengabarkan bahwa Ia telah menurunkan Al-Qur'an ini untuk dibaca dengan perenungan dan pemahaman. Allah berfirman, artinya, "Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran
orang-orang yang mempunyai pikiran." (QS. Shad: 29).
Allah mengingkari orang-orang yang tidak merenungkannya seraya
berfirman, artinya, "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran ataukah hati mereka terkunci?" (QS. Muhammad: 24).
Allah juga berfirman, artinya, "Maka apakah mereka tidak memperhatikan
Al-Quran? Kalau kiranya Al-Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah
mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." (QS. an-Nisa': 82).
Syaikh as-Sa'di berkata tentang ayat di atas: "Allah memerintahkan
agar kitab-Nya direnungkan dan diteliti maknanya dengan tajam untuk memikirkan asas-asas, ancaman dan perintah-perintahnya."
4. Menangis ketika membaca atau mendengarkannya
Di antara bentuk interaksi dengan Al-Qur'an adalah menangis, baik
ketika membaca atau mendengarkannya, karena hal itu merupakan sifat mukmin yang sebenarnya. Seorang mukmin ketika merenungkan ayat-ayat Al-Qur'an, ia mendapatkan sifat yang sempurna dan agung pada Tuhan-Nya. Pada saat itu hatinya bergejolak, memuliakan Tuhannya.
Imam an-Nawawi berkata: "Menangis ketika membaca Al-Qur'an merupakan sifat orang yang telah mencapai derajat pengetahuan yang dalam dan lambang bagi hamba-hamba Allah yang shalih."
Allah telah memuji para nabi-Nya dan hamba-hamba-Nya yang shalih. Dia berfirman, artinya, "Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi
nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari
orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis."
(QS. Maryam: 58)
Allah juga berfirman, artinya, "Dan apabila mereka mendengarkan apa
yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al-Qur'an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri)." (QS. al-Maidah: 83)
Dari Abdullah bin Abbas beliau berkata: "Rasulullah memerintahkanku, 'Bacalah untukku Al-Qur'an'. Aku berkata, 'Bagaimana aku akan membacakan untukmu, padahal Al-Qur'an diturunkan kepadamu?' Rasul menjawab, 'Ya, (tetapi) aku ingin mendengarnya dari selainku.'" Maka aku membaca surat an-Nisa' hingga sampai pada ayat:
فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ
عَلَى هَؤُلَاءِ شَهِيدًا
"Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami
mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami
mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu" (QS. an-Nisa': 41)
Beliau bersabda, "Cukup!" dan kedua mata beliau menangis. (HR. al-Bukhari)
5. Beramal
Aspek paling agung dalam berinteraksi dengan Al-Qur'an dan bukti keimanan yang paling tinggi adalah mengamalkannya. Allah berfirman, artinya,
"Orang-orang yang telah Kami berikan al-Kitab kepadanya, mereka
membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman
kepadanya."{/i] (QS. Al-Baqarah: 121)
Demikian beberapa bentuk interaksi dengan Al-Qur'an semoga kita
termasuk orang-orang yang dimudahkan untuk berinteraksi dengan Al-Qur'an, amien… Wallahu a'lam bish shawab.
[Sumber:
"Interaksi Dengan Al-Qur'an," Dr. Hafizh bin Muhammad al-Hikami, Darul Haq, dengan sedikit perubahan]
Sumber : alsofwah.or.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

TINGALKAN URL SITUS / BLOG ANDA DI AKHIR COMMENTAR TERIMAKASIH.